MEDIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN POLITIK

 

MEDIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN POLITIK

Media saat ini menempati posisi yang sangat penting di tengah kehidupan masyarakat. Kehadiran dan peran media sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik masyarakat tradisional ataupun masyarakat modern. Terlebih teknologi yang semakin canggih dan berkembang menjadikan media juga semakin berkembang, khususnya media online. Keberadaan media online sendiri dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses segala informasi dari berbagai aspek, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Di negara Indonesia, media cetak yang dahulunya hanya tersebar secara langsung, saat ini banyak kita jumpai media cetak yang mempunyai alamat website resmi yang dimana hal tersebut dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah[1]. Kebutuhan masyarakat dalam menggunakan media berbeda-beda sehingga media memiliki posisi yang berbeda pula di setiap aspeknya.

Ekonomi media merupakan gabungan dua kajian yaitu kajian media dengan perspektif komunikasi dan kajian media dengan perspektif ekonomi dan bisnis. Dengan kata lain, ekonomi media tidak lain merupakan penggunaan peralatan analisis ekonomi pada perusahaan media.[2] Sedangkan ekonomi politik merupakan suatu pendekatan dari kritik sosial yang memfokuskan pada hubungan antara struktur ekonomi dan dinamika industry media serta konten ideologisnya.[3] Hal ini menjadikan media menjadi bagian dari sistem ekonomi dan memiliki hubungan yang erat terhadap sistem politik. Akibatnya banyak sumber media independen yang berkurang dan akan leih focus pada khalayak yang berstrata menengah keatas, pemberitaan terhadap masyarakat minoritas tidak seimbang karena teori ekonomi politik media akan focus pada penggunaan elite sosial atas kekuatan ekonomi untuk mengeksploitasi institusi media.[4]

Teori ekonomi politik media, ekonomi politik media berkaitan dengan persoalan capital atau modal dari investor yang bergerak dalam bidang media. Teori ekonomi politik memiliki kekuatan pada tiga hal yaitu berfokus pada bagaimana media dibangun dan dikendalikan, menawarkan penyelidikan empiris mengenai keuangan media, dan mencari hubungan antara proses produksi konten media dan keuangan media.[5] Teori ekonomi politik media fokus pada media massa dan budaya massa, dimana keduanya dikaitkan dengan berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Teori ini mengindentifikasi berbagai kendala atau hambatan yang dilakukan para praktisi media yang membatasi kemampuan mereka untuk menantang kekuasaaan yang sedang mapan.

Media massa mengandalkan pendapatannya pada pasar konsumer dan pasar iklan, menyebabkan media massa memiliki ketergantungan terhadap konsumen selaku pembeli produk dan produsen selalu pemasang iklan. Sehingga semakin tinggi ketergantungan terhadap iklan sebagai sumber pendapatan, semakin rendah pula kebebasan media massa dalam menulis konten berita dari kepentingan pengiklan dan bisnis secara umum. Dengan kata lain, setiap produsen yang telah memasang iklan pada media tersebut, konsekuensinya adalah media massa hanya memberitakan berita-berita yang bernada positif terhadap pemasang iklan.

Media yang menggantungkan pendapatannya pada iklan, amat riskan terhadap perkembangan perekonomian suatu negara. Semakin tinggi perekonomian suatu negara, produsen semakin sering mengiklankan produknya di media massa. Namun begitu perekonomian negara jatuh, produsen pun mengurangi atau menghentingan belanja iklanya, yang berimplikasi surutnya para pemasang iklan di media massa.


 

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, B. (2006). Ekonomi Media: Perlukah? Mediator, 331.

Khatimah, H. (2018). Posisi dan Peran Media dalam Kehidupan Masyarakat. Tasamuh, 125.

Sucahya, M. (2013). Ruang Publik dan Ekonomi Politik Media. Jurnal Komunikasi.

                          



[1] Husnul Khatimah, Posisi dan Peran Media dalam Kehidupan Masyarakat, Tasamuh, Vol.16 No.1 (2018), 125.

[2] Bakir Hasan, Ekonomi Media: Perlukah?, Mediator, Vol.7 No. 2 (2006), 331.

[3] Media Sucahya, Ruang Publik dan Ekonomi Politik Media, Jurnal Komunikasi, Vol.2 No.2 (2013), 17.

[4] Ibid, 17.

[5] Media Sucahya, Ruang Publik dan Ekonomi Politik Media, Jurnal Komunikasi, Vol.2 No.2 (2013), 17.

Komentar