MEDIA DAN KONTROL SOSIAL
MEDIA DAN KONTROL SOSIAL
A.
A.
PENDAHULUAN
Media memiliki peran yang sangat
penting dalam kehidupan bermasyarakat. Media menjadi sarana komunikasi yang
dapat mencakup segala aspek kehidupan saat ini melalu segala bentuk
penyajiannya seperti majalah, koran, berita, media sosial atau online, dan lain
sebagainya. Pada era saat ini, keseharian masyarakat tidak bisa dilepas dan
dipisahkan dari media massa. Pada kenyataannya media sangat mempengaruhi
kehidupan kita tanpa kita sadari. Media massa dan masyarakat atau manusia
memiliki hubungan keterkaitan yang saling membutuhkan. Banyak aspek kehidupan
masyarakat yang berubah akibat dari adanya media. Hal tersebut mengharuskan dan
menghimbau lembaga pers untuk lebih memperhatikan penyampaian berita yang jelas,
akurat, dan selalu mematuhi kode etik jurnalis.
Media memiliki fungsi informatif dan sebagai kontrol sosial,
media dapat dipergunakan untuk merangsang proses pengambilan keputusan dan peralihan
masyarakat dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern, media juga
digunakan sebagai alat penyampaian program-program nasional untuk masyarakat. Penggunaan
media saat ini pun dapat merubah perilaku manusia atau masyarakat, dampak media
tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa dan remaja saja, media memberikan
dampak kepada semua kalangan umur dan kalangan sosial.
B.
PEMBAHASAN
1.
Media
Media merupakan alat perantara atau penghubung yang memiliki
fungsi sebagai penyalur pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerima
pesan atau informasi. Media juga dapat dikatakan sebagai segala bentuk saluran
yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Istilah media
erat kaitannya dengan komunikasi dimana media menjadi sarana masyarakat untuk
berkomunikasi dan berinteraksi.
Fungsi
komunikasi massa dalam
pengertian media massa
tidak berbeda dengan fungsi pers. Media massa sering juga disebut dengan
pers. Bahkan pers
sering juga dipakaikan
kepada wartawan. Padahal wartawan adalah
satu dari sekian
jumlah dan unsur
pekerja pers itu sendiri.[1] Proses media massa pada
dasarnya terjadi ketika sebuah organisasi sumber memproduksi sebuah pesan dan
secara mekanis mentransmisikan pesan tersebut melalui saluran media sehingga
terbentuk menjadi media massa.[2]
Onong Uchjana Effendy dalam bukunya Ilmu,
Teori, dan Filsafat Komunikasi menyebutkan beberapa karakteristik yang
dimiliki oleh media massa[3], yaitu :
a. Media massa bersifat umum artinya pesan komunikasi
yang disampaikan oleh media massa adalah terbuka untuk semua orang.
b. Komunikan bersifat heterogen artinya massa dalam
media massa terjadi dari orang-orang yang heterogen yang meliputi penduduk yang
bertempat tinggal dalam kondisi yang berbeda, dengan kebudayaan yang beragam,
berasal dari berbagai lapisan masyarakat, dan mempunyai pekerjaan yang beragam.
c. Media massa menimbulkan keserempakan yakni
keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh.
d. Hubungan komunikator-komunikan bersifat
non-pribadi. Sifat non-pribadi ini timbul disebabkan oleh teknologi penyebaran
yang massal dan sebagian lagi karena syarat-syarat peranan komunikator yang
bersifat umum.
Fungsi
media massa adalah sebagai berikut :
a. Membentuk Opini Publik. Dalam hal ini
media massa tidak hanya melaporkan hasil survei opini publik yang dilakukan
oleh organisasi. Namun juga memasukkan polling mereka sendiri ke dalam liputan
berita. Lebih lanjut lagi, media televisi dan surat kabar juga membentuk opini
publik dari berbagai tema informasi yang diangkat. Bahkan berdasarkan
penelitian, hal ini dapat memberikan banyak pengaruh pada persepsi atau
pandangan masyarakat dalam melihat berbagai isu-isu kritis.
b. Agenda Politik. Agenda politik ini memiliki cakupan lebih luas
daripada istilah opini public. Dalam hal ini, berbagai informasi yang dikemas
media massa dapat mempengaruhi persepsi masyarakat yang menyangkut berbagai
hal. Seperti kejahatan, hak sipil, ekonomi, imigrasi, dan kesejahteraan. Dengan
begitu, dapat dikatakan perhatian yang dibentuk media massa pada setiap
informasi yang disajikan kepada masyarakat memuat agenda dan opini tersendiri.
Kemudian, lebih lanjut hal ini akan membentuk pola pikir masyarakat yang telah
mendapatkan berbagai informasi di media massa. Ini termasuk salah satu agenda
politis yang diperankan media dalam masyarakat.
c. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Media massa adalah
sarana pemerintah menginformasikan, menjelaskan, dan mencoba mendapatkan
dukungan untuk program dan kebijakannya. Dalam hal ini, media dapat memberikan
sarana transparansi yang dilakukan pemerintah pada masyarakat. Berbagai
kebijakan yang diatur oleh pemerintah sudah selayaknya diinformasikan pada
publik secara luas. Dengan begitu, hak publik untuk mendapatkan informasi yang
jelas dapat dipenuhi dengan baik. Selain menginformasikan, media juga menjadi
perantara bagi pemerintah untuk meyakinkan masyarakat atas setiap kebijakan
yang dibuatnya. Sehingga hal ini dapat mendukung pelaksanaan rencana program
yang akan diterapkan.
d. Pengawasan pemerintah. Dalam hal ini, media massa berperan
sebagai pihak yang menyajikan berbagai informasi yang berhak didapatkan oleh
publik. Termasuk kasus korupsi yang dilakukan
oleh pejabat, program kebijakan pemerintah yang didasarkan atas kepentingan
individu atau kelompok, dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan lainnya. Para
jurnalis yang bekerja di media massa bisa menghimpun informasi melalui proses
liputan dan investigasi yang dilakukan. Berbagai data yang didapat kemudian
dianalisis dan disampaikan pada masyarakat berdasarkan fakta yang ada.
e. Sosialisasi. Media menjalankan fungsi sosialisasi melalui
pemberitaan, pelaporan, dan analisis yang dilakukan dalam setiap informasi yang
disajikan.
2.
Kontrol
Sosial
Kontrol sosial merupakan suatu upaya
teknik dan strategi yang mencegah perilaku manusia untuk menyimpang dalam
masyarakat. Kontrol sosial terjadi dimanapun, contohnya: keluarga, sekolah,
masyarakat. Kebanyakan orang yang melanggar norma-norma sosial yang ada, akan
diberi sanksi atau hukuman dan penghargaan karena melakukan sesuatu yang
terkait dengan norma social. Pelaksanaan fungsi kontrol sosial
oleh pers sebagian besar ditujukan kepada pemerintah dan aparat negara.
Karenanya, fungsi ini selalu membela kepentingan masyarakat. Namun, sesungguhnya
kontrol sosial ini juga dapat diberikan kepada masyarakat sebagai bagian dari
sistem kemasyarakatan.
Saat ini media dapat dikatakan sebagai
kontrol sosial bagi masyarakat karena media dapat memuat apa saja yang
dilakukan oleh masyarakat sehingga menyimpan jejak digital yang dapat menjadikan
masyarakat membatasi kehidupannya karena media. Di era keterbukaan informasi ini kekuatan
idealisme media massa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial harus tetap
dijalankan secara konsisten. Namun, dalam melaksanakan fungsi, hak,
kewajiban dan peranannya, pers harus menghormati hak asasi setiap orang. Karena
itu, dituntut pers yang profesional dan terbuka, dikontrol oleh masyarakat.
CKESIMPULAN
Media memiliki
fungsi sebagai pengawasan, artinya media dapat dikatakan sebagai kontrol sosial
dalam masyarakat. Dimana segala aspek kehidupan yang dijalani oleh masyarakat
akan berkaitan dan berhubungan dengan media. Dalam sebuah media akan ada
komunikasi yang muncul, sehingga media, komunikasi, dan masyarakat merupakan
satu kesatuan yang saling berkaitan. Media dapat merubah perilaku dan gaya
hidup masyarakat, bahkan merubah pola masyarakat tradisional menjadi masyarakat
modern.
Media tidak
selalu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, tidak sedikit dampak
negatid yang diberikan media kepada masyarakat. Untuk itulah kontrol sosial
didalam bermedia perlu diperhatikan oleh masyarakat. Masyarakat dapat dengan
bebas menggunakan media namun media juga menjadi kontrol sosial bagi
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Amir,
mafri. 1999. Etika Komunikasi Massa dalam Pandangan Islam. Jakarta:
Logos
Basit,
Abdul (2007). Relasi Antara Ideologi dengan Media Massa. Komunika. 1(2).
https://doi.org/10.24090/komunika.v1i2.797
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat
Komunikasi (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti)
Ghassani, Venezia Indra & Sukowati,
Praptining (2016). Bentuk Hubungan Pers dengan Pemerintah Terkait dengan
Fungsi Media sebagai Kontrol Sosial. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis. 1(2).
https://doi.org/10.26905/pjiap.v1i2.502
Komentar
Posting Komentar