PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA


PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Bersama Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag


Assalamu’alaikum sahabat muslim muslimah

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan pengalaman dan ilmu yang sangat bagus dan menarik. Tentu saja hal ini saya dapatkan dari seseorang yang sangat hebat dan luar biasa. Beliau adalah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Saya sebagai mahasiswa beliau dari semester 1 program studi Ilmu Komunikasi dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mendapat keistimewaan dari beliau karena dapat mengikuti Trainning Pendalaman Terapi Sholat Bahagia dengan mudah dan secara langsung dibimbing oleh beliau. MasyaAllah betapa banyaknya orang yang ingin mengikuti training ini namun mereka harus menunggu dan membayar dengan jumlah nominal yang tidak sedikit.

 Bertepatan tanggal 23 November 2019 di Gedung Kun yaquta, Profesor Ali Aziz menyampaikan banyak sekali ilmu mengenai terapi sholat Bahagia itu. Beliau berkata bahwa sholat itu menjadi sumber kekuatan yang datang dari Allah. Segala permasalahan manusia dapat terselesaikan melalui kewajiban sholat tersebut. Segala sakit yang diderita oleh manusia dapat disembuhkan oleh Allah dengan cara sholat juga. Masalah hidup yang dialami manusia memang realitanya berat, namun dengan pola piker yang baik pun maka masalah itu akan menjadi ringan atas izin Allah.

Kegiatan yang diadakan pada tanggal 23 November 2019 itu merupakan training PTSB atau Pendalaman Terapi Sholat Bahagia. Kegiatan apakah itu? Jadi di dalam kegiatan tersebut kita dibimbing bagaimana sholat dengan baik dan menyeliokan renungan-renungan luar biasa di dalam sholat. Dibimbing bagaimana kita bisa memanjatkan doa kepada Allah. Prof. Ali berkata bahwa doa akan lebih mustajabah jika doa itu dipanjatkan di dalam sholat. Jadi dapat kita rasakan sendiri sebagai umat islam bahwa sholat adalah jembatan terbaik kita kepada Allah.

Meskipun kita hanya dihadapkan dengan karya beliau mengenai terapi sholat Bahagia saja, kita sudah bisa mamahami makna dari kalimat kunci yang ada di dalam buku tersebut yaitu: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Dengan memahami kalimat kunci tersebut secara tidak langsung dan atas izin Allah akan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan kita. Namun hasil yang antara dari sekedar mengetahui, mengetahuinya melalui membaca bukunya makanya kita hanya bisa mengingatnya maksimal 10%. Dengan mengucapkannya akan meningkat menjadi 70%. Dan akan bertambah menjadi 90% jika kita mau berlatih mengucapkan dan mempraktekkannya secara rutin dan teratur.
Dari kegiatan ini kita akan memahami dan mengingatya lebih kuat dan bisa memantapkan sebuah keyakinan dalam hati akan kebesaran, keagungan, dan kemuliaan Allah. Rasa percaya diri akan semakin besar dan lebih optimis dalam menyelesaikan semua masalah menuju hidup yang Bahagia. Segala yang terpancar dari dalam diri kita hanyalah kebahagiaan dan penuh rasa syukur atas segala pemberian Allah.

Menurut saya yang telah mengikuti kegiatan PTSB ini, PTSB adalah kegiatan yang sangat penting karena tanpa kita sadari mindset yang kita miliki akan berubah menjadi lebih baik, selalu ridha atas keputusan Allah, lebih percaya diri, dan optimis. Seorang muslim yang tidak menerima keputusan yang Allah berikan maka hendaklah dia mencari tuhan selain Allah. Seperti pada hadits riwayat at-Thabrany “barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaklah ia segera mencari tuhan selain aku”

Sebelum kegiatan PTSB itu dilakukan, kita yang hadir dihimbau untuk membuat daftar masalah, daftar nikmat atau anugrah yang telah dihadapi dan alami semasa hidup. Hal itu ditujukan agar pernyataan yang kita buat dapat terfokus selama shalat, lebih bisa menghayati dan merenungkan masalah-masalah atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Karena untuk berdoa kepada Allah kita harus menyiapkan doa yang terbaik untuk kita panjatkan kepada Allah.

Kembali lagi pada kalimat kunci pada sholat Bahagia ini adalah SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Berikut penjelasannya
1. Pada posisi berdiri : SUBHAN, SUBHAN merupakan singkatan dari Syukur, Bimbingan, dan Ketahanan Iman.
1). Syukur : “Wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
2). Bimbingan : “Bimbingalah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3). Ketahanan Iman : “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.

      2. Pada posisi rukuk: TURUT, TURUT  merupakan singkatan dari Tunduk, Menurut.
1.                                   1). Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku   bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.
2.                                   2). Menurut : “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”. Pada saat rukuk sebenarnya kita menyerahkan kepala kita untuk dipenggal. Artinya menyerahkan semua hidup kita kepada  Allah, baik hidup ataupun mati.

      3. Pada posisi i’tidal: HADIR, HADIR  merupakan singkatan dari Hak Pujian, dan Takdir.

1.                                          1). Hak Pujian : “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
2). Takdir : “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”

      4. Pada  posisi sujud: MASJIDMASJID  merupakan singkatan dari Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga.
1). Maaf : “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan sekeluargaku.”
2). Sinar : “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai.”
3). Jiwa dan Raga : “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”

      5. Pada posisi duduk diantara dua sujud: AKSI, AKSI  merupakan singkatan dari Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman.

Di dalam posisi ini atau lebih tepatnya setelah membaca doa sholat sebaiknya kita melakukan renungan, setelah renungan kita melakukan gerakan selanjutnya. Tapi harus perlu dingat jika ingin melakukan hal ini sebaiknya dilakukan pada waktu shalat sendirian bukan pada  waktu shalat berjamaah.

      6. Dalam posisi tasyahud:  SOSIAL, SOSIAL  merupakan singkatan dari Sholawat, Persaksian, dan Tawakal.
1). Sholawat : “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya.”
2). Persaksian : “Aku bersaksi, ‘Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku.”

3). Tawakal : “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”

Kalimat kunci itulah yang membuat sholat yang kita kerjalan lebih dapat tersambung kepada Allah, artinya dengan kita mencurahkan segala permasalahan hidup dan bersyukur atas semua pemberian Allah maka Allah dengan segala keagungannya bersama kita. Sungguh hebat dan luar biasanya training yang dibimbing langsung oleh Prof. Ali ini. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang saya dapat di training ini. Semoga tulisan saya ini juga dapat memberi banyak manfaat kepada para pembaca khususnya umat islam semuanya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar