Al-Qur'an dan Kitab-Kitab Sebelumnya
ALQUR’AN dan KITAB-KITAB SEBELUMNYA
MAKALAH MATA KULIAH
STUDI AL-QUR’AN
Dosen :
1.
Prof. Dr. Moh Ali
Aziz, M.Ag
2.
Ati’ Nursyafa’ah,
M.Kom.I.
Disusun oleh :
Nurul Fatimatus Rif’ah
NIM : B75219071
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Sunan Ampel Surabaya
KATA PENGANTAR
Pertama marilah kita memanjatkan puji syukur atas
kehadirat Allah SWT karena limpahan rahmat dan petunjuk-Nya, makalah yang
berjudul “Al-Qur’an dan Kitab-Kitab Sebelumnya” dapat terselesaikan dengan
baik.
Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk
tugas mata kuliah Studi Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi umat
islam, namun tidak semua umat islam memahami fungsi-fungsi dari kitab suuci
Al-Qur’an. Dengan dibuatnya makalah ini maka saya ingin memberi gambaran mengenai
fungsi Al-Qur’an dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. Selain memahami
fungsinya, dalam makalah ini disajikan pembahasan tentang perbedaan Al-Qur’an
dan kitab-kitab sebelumnya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Moh Ali
Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah Studi Al-Qur’an dan asisten dosen, yang
telah memberikan pemahaman dan pengarahan untuk menyusun makalah ini. Saya menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Untuk itu, kritik dan saran yang
membangun sangat dibutuhkan untuk pembuatan makalah selanjutnya. Saya berharap
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Surabaya, Agustus 2019
Nurul Fatimatus Rif’ah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ---
2
DAFTAR ISI --- 3
BAB I PEMBAHASAN
A.
Fungsi
Al-Qur’an --- 4
B.
Perbedaan
Al-Qur’an dengan Kitab-Kitab Sebelumnya --- 22
BAB II KESIMPULAN
--- 25
DAFTAR PUSTAKA ---
26
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Fungsi Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang diturunkan
oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan digunakan sebagai pedoman maupun pegangan
hidup manusia di dunia sampai akhirat. Segala sesuatu yang terdapat pada al-Qur’an
merupakan petunjuk dari Allah yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul lalu
disampaikan kepada umat manusia. Di dalam al-Qur’an juga menjelaskan begitu
banyaknya kekuasaan dan keagungan Allah SWT yang ditunjukkan kepada umat
manusia sehingga manusia mampu mensyukuri apapun yang telah diberikan oleh
Allah SWT. Namun, tidak semua umat manusia mampu memahami kekuasaan dan
keagungan yang dimiliki oleh Allah karena Allah memberikan dan menciptakan
manusia dengan berbagai macam karakter dan sifat.
Berikut ini adalah fungsi al-Qur’an yang berkaitan
dengan karatker manusia dalam buku ‘Mengenal Tuntas al-Qur’an karya Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag’ :
1.
Manusia adalah
makhluk yang berakal. al-Qur’an berfungsi tidak hanya mendorong akal manusia
agar senantiasa berpikir, tetapi juga al-Qur’an bisa di jadikan obyek pemikiran
manusia. Pada masa al-Qur’an diturunkan, tidak sedikit manusia kafir yang belum
memahami kandungan al-Qur’an, hingga menyatakan Nabi SAW sebagai orang yang
gila. Pola pemikiran manusia saat itu belum menggapai kebenaran al-Qur’an. Saat
manusia telah mencapai kemajuan ilmu pengetahuan, sedikit demi sedikit
kebanaran al-Qur’an mulai terkuak.[1]
2.
Manusia adalah
makhluk sosial. Dalam hidup bersama orang lain, perlu ada aturan yang dijadikan
pedoman, sehingga keharmonisan sesama manusia dapat tercapai. Dalam hal ini,
al-Qur’an telah menawarkan pola hubungan yang tepat sekaligus memberikan contoh-contoh
kelompok yang mengikuti al-Qur’an dan kelompok yang mengabaikan al-Qur’an.
Al-Qur’an juga menguraikan karakteristik manusia, baik sebagai individu maupun
kelompok. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hiidup bagi manusia dalam
menjalin hubungan antar sesama.[2]
3.
Manusia adalah
makhluk yang lemah. Ia lemah dari sisi rohani maupun jasmani. Al-Qur’an telah
menunjukkan penyebabnya serta memberikan alternatif cara mengatasinya. Dalam
hal ini, al-Qur’an berfungsi sebagai obat yang menyembuhkan manusia, terutama
penyakit rohaninya.[3]
4.
Manusia adalah
makhluk yang diangkat oleh Allah SWT menjadi khalifah di bumi. Semua yang ada
di muka bumi dikuasakan dan ditundukkan Allah SWT kepada manusia. Melalui
al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk menjaga kelestarian
aneka ragam hayati di muka bumi. Untuk itu, di antara fungsi al-Qur’an adalah
sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Dengan al-Qur’an pula, manusia diberi
tuntunan : bagaimana cara mengelola alam yang benar.[4]
5.
Manusia adalah
makhluk yang merindukan Tuhan. Persoalan ketuhanan senantiasa tergambar dalam
sejarah manusia, sejak Nabi Adam AS hingga akhir zaman. Boleh jadi, ia mengaku
tidak memerlukan Tuhan, namun sejatinya sangat membutuhkan-Nya. Tidak sedikit
manusia berada dalam kesesatan dalam mencari Tuhan. Karenanya, al-Qur’an
berfungsi sebagai petunjuk mengenai Tuhan. Al-Qur’an tidak hanya memberitahukan
Nama Tuhan, melainkan juga Sifat-sifat-Nya Yang Maha Agung.[5]
6.
Manusia adalah
bagian dari makhluk Allah SWT. Semua alam semesta tertuju kepadanya. Penyebutan
bagian-bagian alam semesta oleh al-Qur’an adalah upaya menyadarkan manusia
betapa semua alam ini memberikan perhatian kepadanya. Al-Qur’an juga telah
memberitahukan perjalanan panjang manusia. Kehidupannya di dunia adalah bagian
terkecil sekaligus menentukan perjalanan selanjutnya. al-Qur’an menjelaskan
rencana Allah SWT dalam perjalanan tersebut. Dengan penjelasan ini, al-Qur’an
berfungsi sebagai informa valid mengenai masa depan.[6]
7.
Manusia adalah
pelaku sejarah. Langkah-langkahnya disorot oleh generasi sesudahnya. Dengan
akalnya yang tajam, peristiwa ribuan tahun yang lalu dapat ditelusurinya.
Terkadang hasil penelitiannya berakhir dengan kesalahan. Oleh sebab itu,
al-Qur’an yang memberitahukan kejadian-kejadian masa lalu bisa dijadikan
rujukan sejarah. Kebenaran al-Qur’an tidak diragukan lagi. Ternyata, peristiwa
sejarah yang dinyatakan oleh al-Qur’an semakin terkuak oleh penelitian
arkeologi.[7]
8.
Manusia adalah
makhluk penerima beban dan amanah. Apa yang dilakukan manusia mengandung akibat
hokum. Sanksi pasti dijatuhkan seadil-adilnya. Ada perintah da nada pula
larangan; ada pahala sekaligus ada dosa; ada surga serta ada neraka. Semua ini
dinyatakan oleh al-Qur’an yang berfungsi sebagai hokum Allah SWT.[8]
Sedangkan dalam buku “Bahan
Ajar Studi Al-Qur’an” yang ditulis oleh
Tim Penyusun MKD UIN SUNAN AMPEL Surabaya juga menjelaskan mengenai kedudukan
dan fungsi al-Qur’an, di antaranya adalah :
1.
Petunjuk
bagi seluruh umat manusia. Menurut Quraish Shihab, fungsi ini merupakan fungsi
yang utama. Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama, atau biasa disebut
syari’at. Di dalamnya berisi aturan yang boleh dilalui dan yang tidak boleh
dilalui oleh umat manusia, dengan tujuan agar manusia dapat mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia
sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 2,185 dan Q.S. Fussilat [41]: 44.[9]
1). Q.S.
Al-Baqarah [2]: 2
لْمُتَّقِينَ
هُدًى ۛ فِيهِ ۛرَيْبَ لَا لْكِتَابُ ذَٰلِكَ
Artinya : Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa
2). Q.S. Al-Baqarah [2]: 185

Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan
yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri
tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan
barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur.
2.
Sumber
pokok ajaran islam. Sebagai sumber pokok ajaran islam, al-Qur’an tidak hanya
berisi ajaran yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga
berisi ajaran tentang sosial-ekonomi, akhlak/moral, pendidikan, kebudayaan,
politik, dan sebagainya. Dengan demikian, al-Qur’an dapat menjadi way of
life bagi seluruh umat manusia.[10]
3.
Bukti
kebenaran Nabi Muhammad SAW. Terkait dengan bukti kebenaran nabi Muhammad SAW
dan sekaligus menjadi bukti bahwa informasi atau petunjuk yang disampaikannya
adalah benar-benar dari Allah, maka minimal ada tiga aspek yang dapat dijadikan
sebagai pendukungnya.[11]
Tidak sedikit para ulama, ilmuan,
penulis yang mengemukakan pendapat tentang fungsi dari kitab suci al-Qur’an.
Karena Allah SWT sudah mengatur semua yang ada di dunia dan alam semesta di
dalam al-Qur’an. Dengan begitu al-Qur’an merupakan pedoman mutlak seluruh umat
manusia dalam menjajaki dunia yang fana dan ini. Jika dipandang secara umum,
apabila seseorang menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk, pembimbing, dan
pedoman hidup maka tidaklah kita jauh dari apa yang diperintahkan oleh Allah.
Namun, apabila seseorang tidak menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman utama nya
dalam menjalani hidup maka tidak bisa dipungkiri bahwa akan berada jauh dari
naungan Allah SWT.
Fungsi lain dari al-Qur’an ini juga
dikemukakan dalam buku karya Harun Yahya yang berjudul Memilih Al-Qur’an
Sebagai Pembimbing. Ada beberapa fungsi yang dijabarkan oleh Harun Yahya untuk
menjelaskan fungsi al-Qur’an, yaitu :
1.
Menjadikan
al-Qur’an sebagai petunjuk.
Al-Qur’an
mempersembahkan fakta-fakta tertentu, dan juga dalam banyak hal termasuk juga
informasi paling akurat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu,
mereka yang mengambil al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai tuntunan tunggal hidupnya
berarti dituntun kepada rahmat Allah.[12]
Umat
manusia yang menjadikan al-Qur’an dan cara hidup Nabi Muhammad SAW sebagai
tuntunan hidup niscaya akan memiliki gaya hidup yang jauh berbeda. Bahkan dapat
membentuk akhlak mahmudah bagi setiap pribadinya. Mereka akan selalu melibatkan
Allah dalam segala urusannya dan selalu berikhtiar kepada Allah. Karena
al-Qur’an selalu menuntun umat manusia di jalan yang benar sehingga setiap
manusia dapat bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah karena telah
menyerahkan segalanya kepada-Nya dan selalu hidup dalam kedamaian.
Seseorang
yang dapat memahami dan mengerti serta dengan ikhlas dituntun oleh Allah
tentang al-Qur’an tidak akan merasa kesulitan hidup dengan segala aturan yang
ada. Karena di dalam al-Qur’an sudah ditetapkan apa yang benar dan salah. Untuk
itu, bagi umat manusia yang memilih untuk berada di lindungan Allah melalui
al-Qur’an maka mereka akan senantiasa mengikuti hati nuraninya dan selalu melibatkan
Allah dalam segala urusan.
2.
Al-Qur’an
adalah peringatan (dzikra) bagi semesta alam.
Hukum
dan aturan di dalam al-Qur’an, yaitu sebuah kitab agung yang berisikan hikmah
yang Allah turunkan sebagai peringatan bagi semesta alam, akan terus diterapkan
hingga hari kiamat. Meskipun begitu, sejumlah orang yang tidak tulus hatinya
dan mencari-cari alas an untuk tidak menaati hokum-hukum-Nya dengan semena-mena
menyatakan bahwa Al-Qur’an hanya ditujukan pada suatu masa itu. Menurut
pandangan mereka yang picik, sejumlah aturan-aturan di dalamnya dapat
diabaikan. Al-Qur’an diturunkan berlaku untuk semua zaman dan tempat, maka ia
adalah peringatan bagi semua orang tentang kehidupan yang kekal kelak dan
menyeru meereka ke jalan yang benar. [13]
3.
Al-Qur’an
adalah pembeda yang membedakan antara yang hak dan batil.
Di
dalam al-Qur’an, Allah memberi peringatan bagi manusia dan menunjukkan mereka
ke jalan yang benar. Al-Qur’an adalah sumber satu-satunya yang mengarahkan
manusia kepada pengetahuan yang hak tentang Allah, nilai-nilai islam, bagaimana
hidup agar diridhai oleh Allah, dan sebagai suatu pembeda antara yang hak dan
batil. Karena alasan itu, salah satu nama al-Qur’an adalah “furqan” yang
berarti pembeda antara yang hak dan batil.[14]
Kedudukan dan Fungsi al-Qur’an dalam
buku Studi Al-Qur’an yang ditulis oleh Tim Reviewer MKD 2014 UIN Sunan Ampel Surabaya. Al-Qur’an mempunyai beberapa fungsi, di antaranya adalah :
a.
Petunjuk
bagi seluruh umat manusia. Menurut Quraish Sihab, fungsi ini merupakan fungsi
yang utama. Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama, atau biasa disebut
dengan syari’at. Di dalamnya berisi aturan yang boleh dilalui dan yang tidak
boleh dilalui oleh umat manusia, dengan tujuan agar manusia dapat mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia
sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 2, 185 dan Q.S. Fussilat [41]:
44.[15]
b.
Sumber
pokok ajaran Islam. Sebagai sumber ajaran Islam, al-Qur’an tidak hanya berisi
ajaran yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga berisi
ajaran tentang sosial-ekonomi, akhlak/moral, pendidikan, kebudayaan, politik,
dan sebagainya. Dengan demikian, al-Qur’an dapat menjadi way of life
bagi seluruh umat manusia.[16]
c.
Bukti
kebenaran Nabi Muhammad SAW.. terkait dengan bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW.
dan sekaligus menjadi bukti bahwa informasi atau petunjuk yang disampaikannya
adalah benar-benar dari Allah, maka minimal ada tiga aspek yang dapat dijadikan
sebagai pendukungnya.[17]
Pertama, aspek keindahan dan ketelitian redaksi-Nya. Abdurrazaq Nawfal dalam
kitab al-I’jaz al-Adabiy lil al-Qur’an al-Karim yang dikutib oleh
Quraish Shihab mengemukakan banyak contoh tentang keseimbangan redaksi
ayat-ayat al-Qur’an, diantaranya: keseimbangan antara jumlah bilangan kata
dengan antonimnya, misalnya kata al-hayah (hidup) dan al-maut (mati).
Masing-masing kata itu disebut dalam al-Qur’an sebanyak seratus empat puluh
lima (145) kali; keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang
dikandung, misalnya al-Qur’an, al-wahyu, al-Islam, masing-masing disebut
tujuh puluh (70) kali; keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah
kata yang menunjuk kepada akibatnya, misalnya al-infaq (infak) dengan al-rida
(kerelaan), masing-masing disebut tujuh puluh tiga (73); keseimbangan
jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya, misalnya al-israf
(pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing disebut
dua puluh tiga (23) kali.[18]
Kedua, pemberitaan-pemberitaan ghaibnya. Misalnya kisah tentang penyelamatan
tubuh Fir’aun yang tenggelam di laut ketika mengejar-ngejar Nabi Musa.
Peristiwa ini diceritakan dalam surat Yunus. Peristiwa ini terjadi sekitar 1200
S.M. sehingga tidak seorangpun tahu bahwa tubuh Fir’aun diselamatkan, namun
al-Qur’an mengkabarkan hal itu. Dan hal itu terbukti, pada awal abad ke-19,
tepatnya pada tahun 1896, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah raja-raja
Loxer Mesir, satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah
Fir’aun yang bernama Maniptah dan yang pernah mengejar Nabi Musa AS.. Selain itu
pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir
untuk membuka pembalut-pembalut Fir’aun tersebut, dan ternyata adalah satu
jasad utuh.[19]
Ketiga, isyarat-isyarat ilmiahnya. Al-Qur’an telah banyak menginformasikan
isyarat ilmiah kepada umat manusia, di antaranya dalam surat (10): 5, yaitu
“cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah
pantulan (dari cahaya matahari)”. Isyarat-isyarat ilmiah ini tidak mungkin
disampaikan oleh seorang yang umi, Muhammad SAW, kecuali bersumber dari Allah
yang Maha Mengetahui.[20]
Fungsi al-Qur’an dalam buku Permata
Al-Qur’an antara lain, yaitu :
a.
Al-Qur’an
adalah petunjuk bagi umat manusia yang meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam
segala persoalan kehidupan manusia dan merupakan kitab universal. Petunjuk ini
merupakan sendi utama agama Islam sebagai way of life yang menjamin
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat kelak.[21]
b.
Mendidik
dan mengarahkan para da’I ke jalan Allah agar mengikuti jalur al-Qur’an dalam
berbicara dan tema pembicaraannya sesuai dengan orang yang dituju.[22]
c.
Al-Qur’an
adalah firman Allah SWT. dan sandaran utama bagi keimanan keagamaan. Setelah
nabi hijrah ke Madinah dan urusan kaum Muslimin menjadi teratur, beliau
memerintahkan kepada sekelompok sahabatnya untuk mempelajari al-Qur’an,
mengajarkan dan menyebarkan. Di kalangan sahabat terdapat beberapa orang yang
tekun membaca al-Qur’an, menghafal, dan memeliharanya. Mereka dikenal dengan
sebutan al-qurra’.[23]
d.
Al-Qur’an
berisi petunjuk bagi manusia. Ajaran-ajarannya disampaikan secara variatif dan
dikemas sedemikian rupa. Ada yang berupa informasi, perintah, dan larangan
serta ada juga yang dimodifikasi dalam bentuk deskripsi kisah-kisah yang
mengandung ‘ibrah, yang dikenal dengan istilah kisah-kisah dalam
al-Qur’an.[24]
e.
Kisah-kisah
dalam al-Qur’an merupakan petikan dari sejarah sebagai pelajaran kepada umat
manusia dan bagaimana mestinya mereka menarik manfaat dari peristiwa sejarah
tersebut. Hal ini dapat dilihat bagaimana al-Qur’an secara eksplisit berbicara
tentang pentingnya sejarah.[25]
f.
Kisah-kisah
dalam al-Qur’an bertujuan kebenaran dan semata-mata keagamaan. Dari keseluruhan
kisah yang ada, tujuan-tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut.[26]
Pertama, salah satu tujuan cerita ialah menetapkan adanya wahyu dan kerasulan.
Dalam al-Qur’an hal ini diterangkan dengan jelas dalam Q.S. Yusuf [12]: 2-3 dan
Q.S. Al-Qashash [28]: 3. Sebelum mengutarakan cerita Nabi Musa, lebih dulu
al-Qur’an menegaskan, “kami membacakan kepadamu sebagian dari cerita Musa
dan Fir’aun dengan sebenarnya untuk kaum yang beriman.” Dalam Q.S. Ali
Imran [3]: 44 pada permulaan cerita Maryam disebutkan, “Itulah berita yang
gaib, yang Kami wahyukan kepadamu.”.[27]
Kedua, menerangkan bahwa agama semuanya dari
Allah, dar masa Nabi Nuh sampai dengan masa Nabi Muhammad SAW.; bahwa kaum
Muslimin semua merupakan satu umat; bahwa Allah Yang Maha Esa adalah Tuhan bagi
semuanya (Q.S. Al-Anbiyaa’ [21]: 51-92).[28]
Ketiga, menerangkan bahwa semua agama itu dasarnya
satu dari Tuhan Yang Maha Esa (Q.S. Al-A’raf [7]: 59).[29]
Keempat, menerangkan bahwa cara yang ditempuh
nabi-nabi dalam berdakwah itu satu, dan sambutan kaum meraka terhadap dakwahnya
itu juga serupa.[30]
Kelima, menerangkan dasar yang sama antara
agama yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. dengan
agama Nabi Ibrahim AS. secara khusus, dengan agama-agama bangsa-bangsa
Israil pada umumnya dan menerangkan bahwa hubungan ini lebih erat daripada
hubungan yang umum antara semua agama. Keterangan ini berulang-ulang disebutkan
dalam cerita Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa AS.[31]
B.
Perbedaan
Al-Qur’an dengan Kitab Suci Sebelumnya
Seperti pada kutipan Syekh Ahmad bin
Hijazi al-Fisyani, beliau mengemukakan bahwa jumlah semua kitab yang diturunkan
dari langit ke bumi sebanyak 104 lembaran atau suhuf: 60 lembar untuk Nabi
Syits AS., 30 lembar untuk Nabi Ibrahim AS., 10 lembar untuk Nabi Musa AS.,
sebelum menerima kitab Taurat, lalu kitab Taurat, kitab Zabur untuk Nabi Dawud
AS., kitab Injil untuk Nabi Isa AS.,., dan kitab al-Qur’an untuk Nabi Muhammad
SAW. [32]
Al-Qur’an merupakan penyempurna dari
kitab-kitab sebelumnya. Isi dari kitab Taurat, Zabur dan Injil semuanya
tergabung menjadi satu dan disempurnakan dalam kitab suci al-Qur’an. Apabila
ingin mengetahui isi dari kitab-kitab sebelum al-Qur’an maka cukup dengan
mencari dalam al-Qur’an. Lembaran-lembaran atau suhuf-suhuf pun tergabung dalam
al-Qur’an. Diantara empat kitab-kitab Allah tersebut, masing-masing kitab
mempunyai perbedaan dan karakteristik yang berbeda. Di antaranya adalah :
1.
Kitab
Taurat, isinya lebih menekankan ketegasan atas umat Nabi Musa AS yang sulit
diatur
2.
Kitab
Injil, isinya lebih menekankan aspek kerohanian. Karena pada zaman Nabi Isa AS
umatnya adalah pengikut Fir’aun dan menyembahnya sehingga ditekankan aspek
kerohanian agar sedikit demi sedikit umat Nabi Isa sadar bahwa Tuhan yang harus
disembah adalah Allah SWT.
3.
Kitab
Zabur, isinya lebih menekankan bacaan-bacaan dzikir dan doa-doa. Nabi Dawud
adalah Nabi yang penyabar sehingga beliau meminta kepada Allah dengan cara
seperti itu agar para umatnya segera berada di jalan Allah.
4.
Kitab
al-Qur’an, di dalam kitab suci al-Qur’an berisi segala aspek kehidupan.
Al-Qur’an merupakan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Segala aturan
kehidupan dan ajaran-ajaran hidup untuk umat manusia semuanya telah dimuat
dalam al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan kitab penyempurna
yang dijamin keasliannya oleh Allah. Tidak sedikit oknum yang berusaha mengubah
kandungan maupun tulisan al-Qur’an namun atas izin dan kekuasaan Allah upaya
tersebut digagalkan oleh Allah SWT. Selain menjadi kitab suci, al-Qur’an
merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW.
BAB II
KESIMPULAN
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat
islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu mukjizat
beliau. Di dalam kitab al-Qur’an terdapat banyak ajaran-ajaran dan aturan untuk
umat manusia dalam menjalani kehidupan. Kitab al-Qur’an adalah pedoman mutlak
umat manusia, segala sesuatu yang ada di dunia maupun di akhirat pun sudah
diatur dalam isi al-Qur’an. Orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman
hidupnya maka niscaya dia tidaklah jauh dari perlindungan Allah SWT. Al-Qur’an
juga merupakan kitab suci penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
[1]
Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018. Cetakan III, 9.
[2] Ibid., 9-10.
[3] Ibid., 10.
[4]
Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018. Cetakan III, 10.
[5] Ibid., 10.
[6]
Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018. Cetakan III, 10-11.
[7] Ibid., 11.
[8]
Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018. Cetakan III, 11.
[9]
Tim Penyusun MKD UIN SUNAN AMPEL Surabaya, Bahan
Ajar Studi Al-Qur’an, Surabaya, UIN Sunan Ampel Press, 2018. Cetakan 8, 10.
[10]
Tim Penyusun MKD UIN SUNAN AMPEL Surabaya, Bahan
Ajar Studi Al-Qur’an, Surabaya, UIN Sunan Ampel Press, 2018. Cetakan 8, 10.
[11] Ibid., 10.
[12]
Harun Yahya, Memilih Al-Qur’an Sebagai
Pembimbing, Surabaya, Risalah Gusti, 2004. Cetakan I, 35.
[13]
Harun Yahya, Memilih Al-Qur’an Sebagai
Pembimbing, Surabaya, Risalah Gusti, 2004. Cetakan I, 41.
[14]
Harun Yahya, Memilih Al-Qur’an Sebagai
Pembimbing, Surabaya, Risalah Gusti, 2004. Cetakan I, 45.
[15]
Tim Reviewer MKD 2014 UIN SUNAN AMPEL SURABAYA, Studi Al-Qur’an, Surabaya, UIN Sunan Ampel Press, 2014. Cetakan IV,
13.
[16] Ibid., 13.
[17] Ibid., 13-14.
[18]
Tim Reviewer MKD 2014 UIN SUNAN AMPEL SURABAYA, Studi Al-Qur’an, Surabaya, UIN Sunan Ampel Press, 2014. Cetakan IV,
14.
[19]
Tim Reviewer MKD 2014 UIN SUNAN AMPEL SURABAYA, Studi Al-Qur’an, Surabaya, UIN Sunan Ampel Press, 2014. Cetakan IV,
14-15.
[20] Ibid., 15.
[21]
Muhammad Chirzin, Permata Al-Qur’an, Jakarta,
Gramedia Pusaka Utama, 2014. Cetakan I, 3.
[22] Ibid., 6.
[23] Ibid., 6.
[24]
Muhammad Chirzin, Permata Al-Qur’an, Jakarta,
Gramedia Pusaka Utama, 2014. Cetakan I, 36.
[25] Ibid., 37.
[26] Ibid., 39.
[27]
Muhammad Chirzin, Permata Al-Qur’an, Jakarta,
Gramedia Pusaka Utama, 2014. Cetakan I, 39.
[28] Ibid., 40..
[29] Ibid., 40.
[30]
Muhammad Chirzin, Permata Al-Qur’an, Jakarta,
Gramedia Pusaka Utama, 2014. Cetakan I, 40.
[31] Ibid., 40.
[32]
Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018. Cetakan III, 11-12.

Masyaallah ughtea bagus sekali blognya isinya juga menarik, mantul lah pokoknya alias mantap betul
BalasHapusterima kasih mbak nurul afrifah karena setelah saya membaca artikel diatas saya suda agak paham mengenai kitab al-qur'an dan kitab-kitab terdahulu lainnya
BalasHapusLololo ngaweriii, mantul pol iku lurr, lebih tingkatkan yoo mbakk
BalasHapusMasyaAllah materi yang dibawakan sangat bermanfaat sekali. Terima kasih banyak kak
BalasHapusMasyaa Allah semoga semakin berkarya lebih baik lagi. Terimakasi ilmu nya dapat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya ya mik, semoga kedepannya lebih baik lagi
BalasHapusSemangat berkarya mik: )
Alhamdulillah tulisannya sangat bermanfaat sekali bagi saya, semoga kedepannya lebih baik lagi :)
BalasHapusMaayaallah semoga tulisannya bermanfaat buat kehidupan saya ya mbak,berkarya lebih baik lagi
BalasHapusAlhamdulillah, bermanfaat sekali, semoga ilmunya barokah dan lebih baik lagi. Semangat cah ayuuu
BalasHapusterima kasih ukhti sudah membagikan ilmunya sangat bermanfaat sekali, semoga kedepannya makin sering sharing ilmunya yaa
BalasHapusWow, makalah sangat bagus sekali. Berkualitas. Semoga menjadi referensi bagi kalangan remaja.
BalasHapusWahh isi makalahnya sangat menarik, bagus juga nih buat nambah wawasan ku. Makasih kaka sudah berbagi ilmu:)
BalasHapusAlhamdulillah setelah membaca ini, saya lebih paham berkenaan dengan alqur'an aan kitab-kitab sebelumnya
BalasHapusAlhamdulillah tulisan ini sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan saya tentang islam, tetap semangat menulis dan berkarya ya -nrms
BalasHapusmasyaallah sangat bermanfaat sekali , banyak pelajaran baru yg saya peroleh ,terima kasih.
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat, jangan berhenti berkarya dan selalu membagi ilmunya ya
BalasHapusMasya allah buagus kakk sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan saya,tetap semangat buat berkarya
BalasHapusalhamdulillah sangat menambah wawasan saya, ditunggu karya karya selanjutnya ya kak
BalasHapusAlhamdulillah, sangat membantu dan sangat bermanfaat, terima kasih semoga kedepannya menjadi lebih baik:)
BalasHapusAduh makasi bat yaa udh bikin makalah ini,, sangat membantu semoga bisa manfaat buat semua orang aaamiin
BalasHapusWah semangat mbak, semoga ilmunya bermanfaat dan bisa mengajari aku ya mbak. Salam dari pipah hehe
BalasHapusAlhamdulillah, sangat bermanfaat sekali. Semangat dan sukses mbak
BalasHapusWahh bagus banget kak blog nya dan bermanfaat banget. Sukses terus kak
BalasHapusBagus, menambah wawasan, semoga bermanfaat buat sobat yang membacanya, dan tetaplah teliti.
BalasHapusAlhamdulillah... Bangga sama mbak nurul.. tulisannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan semoga lebih baik lagi kedepannya ❤
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusMasyaallah terimakasih twins atas ilmu pengetahuan yang dibagikan. Alhamdulillah jadi nambah deh wawasannya:) sukses kedepannya , semoga bermanfaat bagi yang lain..
BalasHapusIntinya semangatt my twins hehe:)
Masyallah sangat menarik sekali blog ini kak, semoga menjadi ladang pahala karna kakak telah membagi ilmu. Aamin
BalasHapusWauw, iki mbak nururu ibb yekan.iki mami wkwk
BalasHapusBtw, thanks for this blog, it's really useful. May Allah always bless u, be success mbak nurul☀
Alhamdulillah, terimakasih untuk postingannya.. bermanfaat.. semoga tetap konsisten memberikan informasi yang seperti ini
BalasHapusSaya sangat berterimakasih sekali Ukhti...
BalasHapusDengan penjelasan tentang al-Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya ini lebih dari cukup untuk memperluas pandangan kita dan meyakini bahwa al-Qur'an adalah sebenar-benarnya wahyu dari Allah SWT, sebagai penyempurna pesan-pesan ketuhanan sebelumnya. Maha Benar Allah atas segala firmannya.
Sangat bermanfaat, sukses terus umik 😊
BalasHapusAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya untuk pembelajaran kita
BalasHapusAlhamdulillah dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan tentang Al Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya
BalasHapusSubhanallah, makalanya membantu sekali untuk yang ingin tau tentang islam lebih dalam.
BalasHapusBlognya sangat bagus karena isinya mudah di pahami selain itu juga sangat cocok untuk di jadikan pembelajaran untuk kaum milenial saat ini.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali,semoga dengan membaca artikel ini dapat bertambah ilmu kita amiin.
BalasHapusBlog yang sangat bermanfaat sekali
BalasHapusMasyaallah sangat bermanfaat sekali, bahasanya juga sangat mudah dipahami. Terimakasih banyak ya , semangat buat penulis.
BalasHapusSangaaat sangaaat bagus makalahnya , bermanfaat, saya jadi mengetahui stud al qurany itu bagaimana
BalasHapusbagus dan ringkas. terimakasih ukhti, smoga ilmunya bermanafaat untuk saya dan pembaca lainnya :)
BalasHapusMasyaAllahhh, bermanfaat sekali rul bagi saya yang masih belum paham al-qur'an dan kitab sebelumnya. Semoga tambah di beri wawasan dan ilmu lain yang bermanfaat untuk kami.
BalasHapusterima kasih, semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusAlhamdulillah setelah membaca ini, saya lebih paham berkenaan dengan alqur'an aan kitab-kitab sebelumnya
BalasHapusAlhamdulillah setelah membaca ini, saya lebih paham berkenaan dengan alqur'an aan kitab-kitab sebelumnya
BalasHapus